Selasa, 17 Maret 2020

BAHAYA VIRUS CORONA


Seberapa Berbahaya Virus Corona Sebenarnya? Ini Fakta Pentingnya

Faktanya angka kematiannya sangat kecil, sekitar 3 persen
Seberapa Berbahaya Virus Corona Sebenarnya? Ini Fakta PentingnyaBerbagai sumbe


Epidemi virus Corona merisaukan warga dunia. Banyak orang menjadi paranoid akibat penyebaran besar-besaran virus tersebut yang diikuti dengan berita sejumlah kematian bagi penderitanya. Di Tiongkok sendiri, tempat asal ditemukannya virus Corona tersebut, para warganya banyak mengurung diri demi menghindari penularan.

Melihat dari tingkah masyarakat dunia, tidak bisa dimungkiri virus Corona adalah wabah penyakit berbahaya. Pertanyaannya adalah seberapa berbahayakah wabah ini, terlebih jika dibandingkan dengan wabah-wabah lain yang pernah muncul?

Apakah memang sebegitu berbahayanyakah sampai-sampai mengancam populasi umat manusia? Ataukah sebenarnya virus ini tidak jauh berbeda dengan flu yang biasa menyerang kita? Ini penjelasannya.

1. Virus Corona sudah menyebar hingga 10 kali lipat ketimbang kasus SARS

fda.govfda.gov
Dalam laporan aljazeera.com, virus yang dikenal juga sebagai COVID-19 ini setidaknya telah menulari lebih dari 70 ribu orang atau mencapai 80 ribu jiwa. Informasi lebih lanjut dari Business Insider malahan mengatakan setidaknya ada 113 ribu kasus penularan virus Corona yang telah diketahui. Jika dibandingkan dengan kasus SARS atau flu burung yang menghebohkan pada 2003-2004, jumlah tersebut mencapai 10 kali lipatnya mengingat diketahui ada 8.100 kasus penularan SARS.

2. Penyebaran yang cepat itu dikarenakan proses penularan yang cukup mudah

IDN Times/Alfisyahrin Zulfahri AkbarIDN Times/Alfisyahrin Zulfahri Akbar
Dilaporkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) jika penularan virus Corona ini melalui medium cairan tubuh manusia, seperti ludah atau ingus. Cairan tubuh terciprat atau tertempel pada suatu objek sudah lebih dari cukup untuk menularkan virus tersebut. Oleh sebab itu CDC menggenjot kampanye menjaga higienitas tubuh dengan cara mencuci tangan.

3. Namun kenyataannya kasus kematian dari virus Corona tidak mencapai 5 persen

aljazeera.comaljazeera.com
Kabar terakhir tentang jumlah korban virus Corona adalah setidaknya mencapai tiga ribu jiwa. Laporan aljazeera.com yang dilansir dari China's National Health Commissionmenyebutkan pada 10 Maret 2020 ini saja sudah 3.123 nyawa yang melayang akibat ulah virus ini. Tampak banyak dan mematikan, tapi nyatanya tidak.
Dalam artikel yang sama aljazeera.commembuat grafis perbandingan antara jumlah laporan kasus, kesembuhan dan kematian akibat COVID-19. Hasil hitung-hitungan tersebut didapati jika angka kematian akibat virus Corona hanya mencapai dua hingga tiga persen dari keseluruhan laporan penularan. Bahkan jumlah kesembuhan pasiennya pun 25 kali lipat lebih banyak daripada yang mati.

4. Masih kalah mematikan ketimbang SARS

businessinsider.sgbusinessinsider.sg
Telah disebutkan jika perebakan SARS yang terjadi pada 2002-2003 dulu mencapai delapan ribu kasus yang mana itu hanya sepersepuluh dari kasus virus Corona saat ini. Hanya saja dari 8.437 kasus infeksi SARS, terdapat fakta angka jika tingkat kematian penyakit tersebut mencapai 10 persen.
Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang virus Corona saat ini, membuktikan SARS masih jauh lebih berbahaya. Malahan MERS yang menyerang area Timur Tengah memiliki tingkat kematian hingga 35 persen.

5. Tingkat kematian virus Corona malahan bisa disebandingkan dengan angka kematian dari flu

cdc.govcdc.gov
Banyak orang tidak mengetahui bahwa flu bisa membunuh. Penyakit yang dibawa virus influenza tersebut setidaknya memiliki tingkat kematian di angka 0,1 persen. Hanya saja begitu banyaknya penderita sehingga jika dihitung-hitung oleh ft.com, angka kematian flu mencapai 400 ribu jiwa untuk tiap tahun.
Tulisan Live Science memberikan rincian yang lebih detail. Di Amerika sendiri, setidaknya ada 34 juta kasus laporan orang yang terserang flu.
350 ribu di antaranya sampai masuk rumah sakit dan 20 ribu lainnya meninggal. Semua itu dilaporkan oleh CDC. Melihat angka tersebut, jumlah angka kematian virus Corona sebenarnya masih lebih dekat dengan flu ketimbang dengan SARS.

6. Yang membuat virus Corona menakutkan adalah karena ketidaktahuan kita

newshub.co.nznewshub.co.nz
Live Science memberikan hipotesis mengapa virus Corona jauh lebih menakutkan daripada flu, padahal jumlah angka kematiannya tidak bisa dikatakan selisih jauh. Untuk kasus virus influenza, para peneliti telah melakukan penelitian terhadap mikroorganisme setidaknya lebih dari satu dekade.
Itu membuat kita mengenal banyak tentang flu dan bagaimana cara mengatasinya. Belum lagi peneliti juga paham kapan ramainya penyebaran flu.
Berbeda dengan virus Corona. Virus Corona hadir secara tiba-tiba dan membuat banyak peneliti bertanya-tanya sebenarnya virus apakah ini. Mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya mengingat ini adalah jenis virus baru.
Inilah yang membuat warga bumi heboh dengan kehadiran virus Corona tersebut. Melihat situasi ini, kekhawatiran akan virus Corona bakal mereda seiring bertambahnya ilmu pengetahuan mengenai mikroorganisme itu.

7. Diprediksi akan ada virus Corona yang jauh lebih mematikan ke depannya

scmp.comscmp.com
L.A Times menulis sebuah artikel berjudul “Here’s Why Chinese Scientists Say There’s a Second, More Dangerous Coronavirus Strain.” Secara singkatnya artikel tersebut adalah mengenai perkiraan ilmuwan akan virus Corona ke depannya.
Berdasarkan analisis para ilmuwan Tiongkok akan virus Corona hingga saat ini, terdapat hipotesis wabah virus Corona bisa menjadi lebih berbahaya di kemudian hari. Virus bertipe L yang menjangkit banyak warga Wuhan itu terlihat masih bermutasi dan berevolusi yang mana dikhawatirkan penularannya bisa lebih masif dan agresif.
Namun tidak semua peneliti berpendapat sama. Andrew Rambaut dari University of Edinburgh yang disebut L.A Times pada artikel yang sama mengutarakan jika tidak semudah itu untuk meramalkan virus Corona. Menurutnya masih perlu lebih banyak penelitian terkait COVID-19 sebelum benar-benar bisa memiliki hipotesis kehadiran virus Corona yang lebih banyak.
Sekarang kamu sudah mengetahui fakta virus Corona kan? Jadi apalagi yang perlu ditakutkan? Toh tingkat bahayanya setara dengan flu. Selama kamu sehat dan selama kamu menjaga higienitas tubuh, virus Corona akan susah menyerang dan menjangkitimu

Sabtu, 01 Februari 2020

PACARAN DAN MOTIVASI BELAJAR, BERKAITAN KAH ?

“kenapa kamu pacaran..??” “soalnya kalo pacaran bisa bikin semangat belajar!”
Pacaran adalah sebuah kata yang sudah sering kita dengar. Yakan? Tentu saja secara harfiah para pembaca juga sudah kebanyakan mengerti tentang arti dari kata satu ini. Dan beberapa diantara teman kita atau mungkin kita sendiri pernah melakukanya, entah itu atas dasar suka sama suka atau hanya sebatas cari status saja. Yang jelas syariat tidak membenarkan hal tersebut.

Kembali menengok  kalimat diatas. Sebuah jawaban yang sebenarnya masuk akal ketika ditanya hal yang serupa. Jika melihat Jawaban di atas maka akan terasa aneh jika syariat agama ini melarang bagi pemeluknya untuk berpacaran. Jika pada akhirnya pacaran itu bisa membawa pada nilai yang bagus akibat munculnya  motivasi belajar. Tapi kawan, tunggu dulu itu sebuah teori yang bahkan belum dibuktikan secara empirik. Jadi jangan langsung percaya akan kebenaranya ,oke!? Mari kita bahas lebih lanjut mengenai kontradiksi ini.

Pada dasarnya motivasi belajar bisa datang karena ada sesuatu yang mendorong individu tersebut untuk mencapai sesuatu yang diinginkanya. Pada praktiknya seorang anak akan lebih semangat dalam belajar ketika orangtuanya akan memberikan hadiah jika pada ujian anak itu mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentusaja itu tidak dilarang, bahkan dianjurkan bagi setiap orangtua terutama yang memiliki anak bermotivasi rendah.

Begitu juga dengan para remaja motivasi belajar menjelma menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Hal ini terjadi karena disamping jam belajar yang ketat, mata pelajaran yang terbilang cukup rumit serta tuntutan dari setiap keluarga mewarnai hari-hari mereka. Hal ini bisa menyebabkan lunturnya motivasi belajar mereka, ya nggak kawan? Bagi kita yang masih remaja tentu merasakan dimana motivasi belajar kita menurun atau bahkan naik. Intinya motivasi belajar para remaja masih sangat labil.

Seperti menjadi tempat pelarian, pacaran memberikan  ruang tersendiri bagi mereka yang kehilangan motivasinya dalam belajar. Tentu saja ini dipelopori oleh orang-orang non muslim, atau bahkan orang-orang muslim yang tidak paham akan ajaran agamanya. Terdengar sanagat miris kan kawan? Maka dari itu tidaklah aneh jika petanyaan “kenapa kamu pacaran?” bisa dijawab dengan “soalnya kalo pacaran bisa bikin semangat belajar!”   mereka mengajukan alasan bermacam-macam dari A samapai Z dari 1 hingga 1000. Toh memang pada kenyataanya jika mereka berpacaran karena suka sama suka sedikit banyak merasakan kenaikan motivasi belajar. Tapi jika pada akhirnya mereka tidak bisa mengendalikan rasa suka sama sukanya, maka berakhirlah motivasi belajar mereka berganti dengan motivasi bermaksiat.

Terlalu rumit? Oke begini saja biar simple. Ada seorang wanita sebut saja namanya Ruri. Dia mencintai seorang pria bernama John. Ruri merasa lebih semangat dalam belajar karena termotivasi John yang selalu semangat juga dalam belajar dan memiliki nilai diatas rata-rata. Lalu karena dorongan lingkungan Ruri menyatakan cintanya kepada john dan tak disangka-sangka John juga mencintai Ruri. Jadilah mereka berpacaran. Mereka lebih sering menghabiskan waktunya bersama dengan jalan bareng dan apalah itu yang disebut dengan namnaya kencan. Sekarang pertanyaan saya dimana letak peningkatan motivasi belajarnya? Benar jawabannya sebelum Ruri dan John jadian, dan sebelum Ruri mengatakan kepada John bahwa Ruri mencintai dirinya, sebelum Ruri mengetahui bahwa John juga mencintai dirinya. Lalu konsep apa yang bisa diambil?

Publik sudah salah sebut mengenai “cinta” dan “pacaran”. Mereka berkata “pacaran dapat meningkatkan motivasi belajar” jika kita terawang pada kasus di atas justru timbul motivasi belajar pada saat kita mencintai orang lain/lawan jenis. Bukan timbul pada saat kita berpacaran. Yang ada jika kita berpacaran adalah membuang-buang waktu dan tidak belajar.

Jadi kesimpulanya pacaran tidak menghasilkan motivasi belajar, melainkan yang menghasilkan motivasi belajar adalah “cinta”. Mengapa? Tentu saja jika kita sedang mencintai seseorang akan ada rasa untuk menunjukan kepada orang yang kita cintai akan kehebatan kita, bisa dalam bentuk pintarnya kita, hebatnya kita dalam olahraga, sholehnya kita dalam beribadah. Tentu saja pada momen seperti ini adalah ujian bagi seorang muslim. Dimana niat kita kepada Allah harus dipertahankan dan jangan sampai tergantikan oleh riya. Jika kita bisa melewatinya tentu saja kita akan naik tingkat sebagaimana pada ujian pada umumnya.

Selain itu mencintai seseorang akan menimbulkan rasa dihati kita untuk meng-imitasi orang yang kita cintai. Atau dengan kata lain kita ingin mencontoh apa yang mereka lakukan. Pada praktiknya jika seorang anak suka pada Cristiano Ronaldo maka secara sadar maupun taksadar gaya bermainya dalam bermain sepak bola akan mirip atau satu tipe, pun pada selebrasinya saat merayakan gol. Atau seperti yang disebutkan dalam pepatah “buah tidak jatuh jauh dari pohonya” yang berarti anak tidak jauh berbeda dengan orangtuanya. Tentu saja ini berkaitan dengan kebiasaan tidak dalam arti kemampuan.

Maka dari itu cintailah orang yang patut dicintai. Misalkan seorang pria mencinta wanita sholehah. Pada akhirnya akan berujung pada munculnya motivasi di pria itu untuk menjadi sholeh berdasarkan mekanisme imitasi. Begitu juga bagi wanita yang mencintai pria pintar. Akan berujung munculnya motivasi belajar didalam hati wanita tersebut karena ingin meniru pintarnya si pria. Akan lebih baik jika pria sholeh dan pintar mencintai wanita sholeh dan pintar. Imbasnya akan saling menguntungkan. Atau akan menjadi sangat baik jika kita mencintai Rasulullah SAW. Tentu saja teman-teman sudah tau alasanya kan.

Sudah terbukti bahwa pacaran tidak menghasilkan motivasi belajar berdasarkan studi literature yang saya sajikan diatas. So tak ada lagi alasan untuk pacaran Dengan harapan kesadaran bahwa memang pacaran itu dilarang karena lebih banyak membawa keburukan dibandingkan kebaikan.

Kamis, 16 Januari 2020

Peristiwa di Natuna

Berikut Insiden di Dunia yang Melibatkan Nelayan China



Dalam foto yang dirilis Dinas Penjaga Pantai Argentina menunjukkan pengejaran yang dilakukan terhadap kapal nelayan China.

Pada 19 Desember 2019, publik Indonesia gempar setelah kapal milik nelayan China dan penjaga pantainya memasuki Natuna, Kepulauan Riau.
Kapal itu dianggap sudah melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan juga Illegal, Unreported, dan Unregulated Fishing (IUUF).
Kemudian pasukan penjaga pantai yang menjaga kapal nelayan China itu juga disebut melanggar kedaulatan Indonesia.

Berkaca dari peristiwa di Natuna, ini bukan kali pertama nelayan "Negeri Panda" tersebut bersinggungan dengan negara lain.
Dilansir dari berbagai sumber, merangkum sejumlah insiden yang melibatkan nelayan China di dunia. Apa saja?


1. Korea Selatan (Korsel)

Pada 19 Desember 2017, patroli penjaga pantai Korea Selatan terlibat konfrontasi dengan 44 kapal China yang memasuki perairan mereka secara ilegal.

Penjaga pantai Negeri "Ginseng" bahkan harus melepaskan tembakan peringatan sebanyak 249 kali, sebelum kapal-kapal itu mundur.
"Kapal nelayan itu berusaha berkerumun dan bertabrakan dengan kapal patroli kami, mengabaikan perintah peringatan," tulis penjaga pantai Korea Selatan.

Patroli penjaga pantai dilaporkan kerap mengejar kapal-kapal nelayan China yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Korea Selatan.
Langkah itu mendapat protes keras dari Beijing, dengan disuarakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying.

Saat itu, Hua menganggap tindakan patroli pantai Korsel yang melepaskan tembakan ke arah nelayan mereka berlebihan.
Namun, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menilai langkah yang diambil petugas patroli penjaga pantai itu sudah mengikuti aturan hukum domestik.
Di mana penggunaan senjata bisa menjadi langkah yang sah menghadapi kapal-kapal yang melanggar perairan negara tersebut untuk penangkapan ikan secara ilegal.


2. Argentina

Pada Maret 2016, Argentina melalui pasukan penjaga pantainya memutuskan mengejar dan menenggelamkan kapal China yang dituding melakukan penangkapan ikan ilegal.

Dalam pernyataan yang dirilis saat itu, Dinas Penjaga Pantai Argentina mengaku sudah menghubungi kapal Lu Yan Yuan Yuo via radio. pernyataan yang dirilis saat
Kemudian, salah satu kapal patroli mengejar seraya melepaskan tembakan peringatan kepada kapal tersebut hendak masuk perairan internasional.
Karena tidak ditanggapi, kapal patroli Argentina menenggelamkan kapal itu. Adapun semua awaknya dilaporkan diselamatkan.

Dalam keterangan mereka, aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing menjadi masalah serius bagi negara Amerika Selatan tersebut.
Dalam beberapa kesempatan, kapal yang ketahuan melakukan aksi ilegal berusaha menabrakkan diri ke kapal penjaga pantai.

"Hal ini berisiko baik bagi awak kapal tersebut maupun terhadap personel penjaga pantai. Kemudian penjaga pantai diperintahkan menembak beberapa bagian dari kapal itu,” ujar dinas.

3. Korea Utara

Pada Mei 2012 silam, sebanyak 29 nelayan China yang tengah melaut dikabarkan diculik oleh warga Korea Utara (Korut).

Para nelayan tersebut melaut di tiga kapal terpisah pada 8 Mei 2012, ketika sekelompok pencuri datang dan memaksa mengambil alih.
Oleh media Negeri "Panda", mereka disebut mencari ikan di timur laut China, yang memisahkan negara itu dengan Korea Utara.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan, pihaknya "terus melakukan kontak dengan Korea Utara untuk melindungi hak-hak warga dan kepentingannya".Menurut pemilik kapal yang bermarga Sun, para penculik meminta tebusandengan total 1,2 juta yuan, dengan estimasi 400.000 yuan per kapal

4. Filipina

Angkatan Laut Filipina dikabarkan menahan enam nelayan asal China yang dituduh berburu hewan laut ilegal di teritorial mereka pada Desember 2011.

Agrimero Cruz, juru bicara kepolisian saat itu mengatakan, para nelayan tersebut dicegat di pantai kota Balabac, Pulau Palawan.
"Dari mereka disita sebelas penyu, jaring ikan, dan berbagai perlengkapan lain," tutur Cruz. Keenam nelayan China itu ditahan, dengan kapal mereka disita.

Pada Oktober 2011, AL Filipina membekuk 25 perahu China yang ditarik kapal lebih besar, sekitar 150 kilometer dari Palawan.

5. Jepang

Sebuah kapal patroli Jepang dan kapal nelayan China dilaporkan bertubrukan pada September 2010 di perairan Kepulauan Senkaku di Laut China Selatan.
Juru bicara Penjaga Pantai Yosuke Oi saat itu berkata, 40 menit kemudian terjadi lagi tabrakan yang melibatkan kapal China.

Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Kapal nelayan China itu menghantam kapal patroli Jepang, Yonakuni, berbobot 1.349 ton sekitar pukul 10.15 waktu setempat.

Tabrakan terjadi setelah kapal China tersebut mengabaikan peringatan yang diberikan Tokyo karena dinilai telah melanggar kedaulatan mereka.
Setelah menabrak Yonakuni, 40 menit kemudian kapal pukat China dengan tujuh awak mendadak bermanuver lagi lalu berbalik untuk menabrak kapal patroli Jepang bernama Mizuki.